Laporan Bacaan
O
L
E
H
Juniarti
11901314
PAI 4D
Identitas Jurnal :
Judul : Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Penulisan Kreatif Bermuatan Nilai- Nilai Pendidikan Karakter
Penulis : Meilan Arsanti
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pada kesempatan kali ini jurnal yang dilaporkan yaitu yang berjudul Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Penulisan Kreatif Bermuatan Nilai- Nilai Pendidikan Karakter yang ditulis oleh Meilan Arsanti
Bahan Ajar
Salah satu tugas utama pendidik atau dosen pada tingkat Perguruan Tinggi yaitu merencanakan perkuliahan. Tugas perencanaan pembelajaran atau perkuliahan tersebut meliputi
a) merumuskan tujuan instruksional
b) menyusun bahan kajian/Garis Besar Program Perkuliahan (GBPP)
c) membuat Rencana Kegiatan Pembelajaran Semester (RKPS) atau Satuan Acara Perkuliahan (SAP)
d) menyusun kontrak perkuliahan dan
e) menyusun buku ajar.
Adapun pengertian bahan ajar yang dikemukakan Depdiknas (2006b:1) yaitu bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, baik berupa bahan tertulis seperti hand out, buku, modul, lembar kerja mahasiswa, brosur, leaflet, wallchart, maupun bahan tidak tertulis seperti video/film, VCD, radio, kaset, CD interaktif berbasis komputer dan internet. Bahan ajar dalam bentuk tertulis berupa materi yang harus dipelajari mahasiswa sebagai sarana untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi pembelajaran tersebut berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus diajarkan oleh pendidik dan harus dipelajari oleh mahasiswa untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Secara terperinci, jenis-jenis materi ajar terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur) keterampilan, dan sikap atau nilai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar memiliki peran yang sangat penting dalam keefektifan pembelajaran di Perguruan Tinggi. Dalam proses perencanaan pembelajaran tersebutdosen bertugas untuk menyiapkan bahan ajar yang dapat menunjang proses pembelajaran, sehingga dapat membantu mahasiswa dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Bahan ajar tersebut dapat berupa tertulis seperti hand out,buku, modul, lembar kerjamahasiswa, brosur, leaflet, wallchart,maupun bahan tidak tertulis seperti video/film, VCD, radio, kaset, CD interaktif berbasis komputer dan internet.
Jenis Bahan Ajar
Jenis bahan ajar dikelompokkan menjadi empat menurut Majid (2006:174), yaitu
(1) bahan cetak antara lain handout,buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model/maket; (2) bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan CD audio; (3) bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video CD, film; dan (4) bahan ajar interaktif seperti CD interaktif.” Empat jenis bahan ajar tersebut akan sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran jika digunakan secara tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Lain halnya yang disampaikan oleh Suryaman (2008:1) bahwa “jenis bahan ajar terdiri atas tujuh jenis, yaitu (1) petunjuk belajar (petunjuk mahasiswa/pendidik), (2) kompetensi yang akan dicapai, (3) isi materi pembelajaran, (4) informasi pendukung, (5) latihan-latihan, (6) petunjuk kerja (seperti lembar kerja atau LKS), (6) evaluasi, dan (7) respons atau umpan balik hasil evaluasi.”
Sementara itu, Depdiknas (2008a) mengklasifikasi materi ajar menjadi lima, yaitu fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan sikap. Adapun pengertian masing-masing sebagai berikut.
(1) Fakta, yaitu segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya.
(2) Konsep, yaitu segala sesuatu yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti atau isi dan sebagainya.
(3) Prinsip, yaitu berupa hal-hal utama, pokok dan memiliki posisi penting, meliputi detail, rumus, adagum, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.
(4) Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan sesuatu aktivitas dan kronologi suatu sistem.
(5) Sikap atau nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar, dan bekerja.
Berdasarkan uraian jenis bahan ajar atau materi ajar tersebut dapat disimpulkan bahwa jenis bahan ajar bermacam-macam dilihat dari bentuk, sifat, dan fungsinya.
Kriteria Bahan Ajar
Bahan ajar dapat dikatakan baik apabila telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan. Ketentuan-ketentuan tersebut kemudian dijadikan karakteristik sebuah bahan ajar atau materi pelajaran. Adapun karakteristik bahan ajar yang baik menurut Depdiknas (2004) adalah “substansi materi diakumulasi dari standar kompetensi atau kompetensi dasar yang tertuang dalam kurikulum, mudah dipahami, memiliki daya tarik, dan mudah dibaca.”
Dalam memilih bahan ajar pendidik harus mempertimbangkan kriteria-kriteria yang meliputi “(1) relevansi (secara psikologis dan sosiologis), (2) kompleksitas, (3) rasional/ilmiah, (4) fungsional, (5) ke-up to date-an, dan (6) komprehensif/keseimbangan” (Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran UPI 2011:152).
Semetara itu, berdasarkan kriteria penilaian bahan ajar berupa buku pelajaran setidaknya ada empat syarat terpenuhi bila sebuah bahan ajar dikatakan baik, yaitu “(1) cakupan materi atau isi sesuai dengan kurikulum, (2) penyajian materi memenuhi prinsip belajar, (3) bahasa dan keterbacaan baik, dan (4) format buku atau grafika menarik” (Puskurbuk 2012).
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam memilih, menentukan, dan mengembangkan suatu bahan ajar atau materi ajar harus memperhatikan kriteria atau karakteristik materi ajar. Dalam hal ini pendidik harus memperhatikan empat kriteria yang harus terpenuhi dalam materi ajar, yaitu (1) cakupan isi, (2) penyajian, (3) keterbacaan, dan (4) kegrafikaan. Keempat kriteria tersebut harus terpenuhi agar materi yang dipilih atau dikembangkan dapat dikatakan baik atau layak digunakan sebagai sumber informasi dalam pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar