Senin, 23 September 2019

Berbede bede tapi tetap satu


Buah lakum dimakan burung puyuh 
Assalamuakaikum warahmatullahi wabarakatuh...😂
Ape kabar semue... Sehat ? Alhamdulillah semoge kitak sehat wal afiat yeee aamiin.
Ketemu agik same kamek...
Disinik kamek akan menceritekan pengalaman mase kecik kamek dengan perbedaan suku dan bahase.
Tapi sebelom kamek becerite kamek nak ngasik tau kawan kawan lok ni ape itu perbedaan dan kenape ade perbedaan, ade yang tau dak jawabannye?
Perbedaan adalah suatu hal yang tidak sama dengan yang lain. Perbedaan itu sendiri diciptakan untuk saling melengkapi dan mempersatukan satu dengan yang lainnya, bukan untuk saling menjatuhkan yang akan menimbulkan ketidakharmonisan atau perpecahan antar sesama, jadi sebagai warga indonesia yang memiliki suku, bahasa, dan budaya harus saling menghormati dan menghargai suatu perbedaan, bukankah indonesia itu unik ? 
Nah awal mule cerite tu, waktu itu kamek maseh berumor 9 taon, lebeh tepatnye kamek tu kelas 3 SD dimane kamek yang maseh ingosan ( kok kate orang melayu tu maseh bolok bolok :v ) diajak kawan kawan pegi kekebon limau ( jeruk ) kebetolan kawan kamek tu suku madura dan kamek sendirik suku melayu. Kebon tu ndak jaoh dari sungai dimane biase tempat kamek mandik bekubang.
Setelah sampai kekebon tu kawan kamek nyuroh kamek manjat.
Kawan kamek " ut manjatlah " 
Kamek " ah ? Kamek yang manjat ? Ngape ndak kau yak ? " 
Kawan kamek " ih ndaklah, banyak kaleng, nantik aku digigitnye " 
Kamek " ah kaleng ? Mane pulak kaleng bise giget, kaleng tu bende mati astafirullah suke nak mengade ngade " 
Kawan kamek " itu kaleng banyak tu diatas pohon tu "
Setelah lamak bedebat dengan kaleng tadik tu ternyate eh ternyate...
Usut punye usut ternyate kaleng tu serangga kecil yang bewarne merah dibahasa madura itu dikenal dengan kate kaleng. Ya Allah indahnye perbedaan membuat saye lebeh banyak tau tentang bahase, naaah untuk kawan kawan yang dari suku manepun jangan malu untuk berbahase daerah kalian ye, perbedaan itu unik harusnye kalian tu bangge memiliki suku, bahase, dan budaye yang unik.
Sekianlah lok ye cerite perbedaan bahase dari saye... Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Senin, 16 September 2019

Kampung Halaman

 PERKAMPUNGAN
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semuaaa...
Heeeey ketemu lagiiii...
     Namaku Juniarti hidup di sebuah desa yang lumayan terpencil. Nama desaku Sungai Bakau Besar Darat, Dusun Simpang Empat, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Aku warga pendatang. Dulu aku hidup di kota namun semuanya berubah ketika Ibu memilih melanjutkan hidupnya bersama pria Desa yang sekarang ku panggil Bapak. Tidak buruk tidak pula merasa terasingkan di sini semua tampak terlihat baik dan menyenangkan. Sejak itu aku sedang duduk dibangku 6 SD setelah kelulusan, aku mengharuskan ikut hidup di Desa ini. Biarku cerita sedikit tentang Desaku yang saat ini.

    Hidup di sebuah pedesaan sangatlah mengasyikan, jauh dari kata polusi maupun keramaian yang membuat mata memanas jika melihat rentetan kendaraan yang memenuhi jalanan. Desaku bertepatan di pinggiran kota yang lumayan terpencil bahkan sinyalpun kerap kali menjadi hambatan bagi kami kaum milenial ini. Tak jarang kami harus keluar rumah  hanya sekedar untuk menyeduh kopi di sebuah cafe jika ingin mendapatkan Wifi dan menjalankan tugas kami seperti ini.




   Desaku masih banyak di kelilingi oleh pepohonan sehingga jarang untuk menikmati rasa panas seperti kalian yang hidup di perkotaan, hidup di rentetan para tetangga sangatlah menguntungkan selain terjalinnya silahturahmi yang semakin mempererat juga mengajarkan artinya sebuah rasa kesabaran yang luar biasa. Sebab, tak asing bagi kami jadi bahan cemohan ketika pulang malam ataupun bangun kesiangan. Entahlah kadang aku berpikir apakah struktur anak cucunya sudah sempurna? Ah ntahlah, suatu hal yang cukup membuat kepala berdenyut jika sering di pikirkan.



   Udara di Desaku cukup menyegarkan, tapi entah kenapa akhir-akhir ini semua tampak menjijikan. Asap bertebaran di setiap daerah membuat kami harus menghirup dalam-dalam udara yang terlihat sangat jahat. Jika kalian bertanya apa penyebabnya? Tentu saja lahan yang terbakar secara membabi buta membuat kami harus menikmati semuanya. Hujan enggan turun membuat pendidikan kami pun terhambat. Siapa yang ingin di salahkan? Para petinggi dan antek-anteknya? Itu terlihat sangat sia-sia, dan sekarang kami hanya menunggu kuasa Allah untuk menurunkan hujan agar kami dapat kembali menghirup udara dan hamparan hijau yang menyehatkan.



  Selain itu, aku juga memiliki banyak teman di sini berbagai macam sifat membuat kami saling membaur satu sama lain. Sewaktu kecil kami selalu bermain bahkan tidak mengenal terik matahari yang membakar kulit semuanya terlihat bahagia bahkan sangat bahagia. Hingga pada masanya semua terlihat semakin dewasa dan masing-masing memiliki kesibukan tersendiri membuat kami jarang untuk berkumpul lagi. Tidak apa-apa aku dapat memahami semuanya bahkan saat inipun aku sudah mulai menyibukkan diri di dunia baruku.



  Kembali lagi pada Desaku, aku kini kembali merindukan suasananya yang dulu bukan seperti sekarang yang mulai saling mengasingkan. Aku merindukan keramahan setiap orang namun itu terlihat semakin mustahil sebab semua sudah mulai mengenali dunia baru. Aku juga merindukan rumahku keluargaku tapi apalah daya waktu memaksaku untuk menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Iya, demi masa depan aku rela menyampingkan rasa rinduku terhadap semuanya. 



  Satu lagi, inginku sampaikan pada kalian semua. Jangan malu hidup di pedesaan jangan iri pada anak yang tumbuh di perkotaan. Yang perlu kalian syukuri hidup di pedesaan lebih terjamin masa depannya apalagi jaman sekarang kerap kali membutakan para anak remaja. Kenakalan yang sudah menjadi ajang di sebelah sana membuatnya sering kehilangan masa depan cemerlang.
Tapi bukan bearti anak yang tumbuh diperkotaan tudak bisa memiliki masa depan yang cemerlang ya... Bisa kok, tergantung bagaimana cara kita menyikapi era globalisasi ini dan jangan lupa pula membentengi diri dengan iman dan takwa ya...
Hanya ini yang dapat saya ceritakan seputar perkampungan saya semoga kalian tertarik untuk membacanya :)
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selasa, 10 September 2019

Inilah saya

بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم 


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh...

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Taala yang masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menjalani hidup ini dengan keadaan sehat wal afiat. Sholawat serta salam tak lupa pula saya haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, 

Perkenalkan nama saya Juniarti, saya sering dipanggil uut, saya lahir pada tanggal 2 Juli 2001 di Mempawah. Ya, umur saya 18 tahun. Sekarang saya tinggal di Sungai Bakau Besar Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Saya seorang anak tunggal dari Ayah yang bernama Usman dan Ibu saya yang bernama Rasidah. Tepat umur 5 tahun ayah saya meninggal karena sakit yang dideritanya, semoga bahagia disyurga ayah :)
Singkat cerita Alhamdulillah setelah beberapa belas tahun berlalu saya dipertemukan dengan orang yang luar biasa tangguh dan sabar. Ya, dia adalah ayah baru saya yang biasa saya sebut dengan kata bapak :) serta saya juga dipertemukan dengan 4 saudara baru saya Alhamdulillah hidup rukun dan damai, semoga akan terus seperti itu Aamiin. Bapak saya seorang pegawai negeri sipil dan ibu saya seoran ibu rumah tangga.

Saya mempunyai hobi yaitu make up, kenapa saya memilih hobi seperti itu ? karena saya ingin menjadi MUA terkenal dan sukses, tujuannya agar saya bisa membantu orang orang kurang mampu disekitar. Semoga dikabulkan oleh Allah swt Aamiin.
Saya juga pecinta hewan kesayangan rasulullah, pasti tau dong ya hewan kesayangan rasulullah ? Ya tepat sekali yaitu kucing, kucing saya beri nama uteh, siapa yang tidak gemas melihatnya yang gembul dengan berat badan 4 kg dengan tingkah yang lucu dan membuat siapa saja yang melihatnya ingin membawanya pulang wkwk

Inilah sedikit perkenalan dari saya semoga kita diperkenalkan lebih dekat lagi , dan semoga saya, kamu, dan kalian semua selalu dalam lindungan Allah Swt Aamiin :)
Wassalamualaikum wr.wb